Plantation Application Software
Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar
Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar
Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar
HomenewsYou are here
Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

22/11/2020 205 Readers

Di tengah pandemi corona atau Covid-19, industri kelapa sawit masih menunjukkan kinerja positif. Bahkan, pada semester I tahun 2020, nilai ekspor sawit sudah tembus 10,06 miliar dollar AS. Diperkirakan, hingga akhir tahun 2020, nilai ekspor sawit tak jauh beda dengan tahun sebelumnya, sebesar 20,2 miliar dollar AS.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono mengatakan, dalam situasi pandemi, industri sawit masih operasional dengan baik.

“Kami memang belum bisa memprediksi nilai ekspor hingga akhir tahun. Tapi, kami berharap ada peningkatan, dan paling tidak seperti tahun sebelumnya,” kata Joko Supriyono, dalam konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Kamis (13/8).

Joko mengatakan produksi crude palm oil (CPO) pada Juni 2020 meningkat sebanyak 4.096 ribu ton, atau naik 13,5 persen dibanding Mei 2020. Sedangkan konsumsi dalam negeri pada Juni 2020 turun 3,5 persen menjadi 1.331 ribu ton dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspornya naik signifikan sebesar 13,9 persen menjadi 2.767 ribu ton.

“Naiknya produksi pada bulan Juni dibanding Mei 2020 diduga selain karena carry over produksi bulan Mei yang terkendala karena lebaran, sebagian provinsi telah masuk ke periode tren produksi naik,” kata Joko.

Sedangkan, rendahnya konsumsi dalam negeri bulan Juni dibandingkan dengan Mei, lanjut Joko, diduga disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, konsumsi untuk pangan turun 3,9 persen menjadi 638 ribu ton. Namun, persentase penurunan konsumsi pangan lebih rendah dari rata-rata penurunan tiga bulan sebelumnya sebesar 5,4 persen.

“Konsumsi biodiesel pada Juni turun sebesar 5,4 persen dibanding bulan Mei menjadi 551 ribu ton. Tapi, konsumsi biodiesel semester I tahun 2020 meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan, adanya implementasi program B30,” kata Joko.

Keywords: ekspor cpo

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono mengatakan, dalam situasi pandemi, industri sawit masih operasional dengan baik.

“Kami memang belum bisa memprediksi nilai ekspor hingga akhir tahun. Tapi, kami berharap ada peningkatan, dan paling tidak seperti tahun sebelumnya,” kata Joko Supriyono, dalam konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Kamis (13/8).

Joko mengatakan produksi crude palm oil (CPO) pada Juni 2020 meningkat sebanyak 4.096 ribu ton, atau naik 13,5 persen dibanding Mei 2020. Sedangkan konsumsi dalam negeri pada Juni 2020 turun 3,5 persen menjadi 1.331 ribu ton dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspornya naik signifikan sebesar 13,9 persen menjadi 2.767 ribu ton.

“Naiknya produksi pada bulan Juni dibanding Mei 2020 diduga selain karena carry over produksi bulan Mei yang terkendala karena lebaran, sebagian provinsi telah masuk ke periode tren produksi naik,” kata Joko.

Sedangkan, rendahnya konsumsi dalam negeri bulan Juni dibandingkan dengan Mei, lanjut Joko, diduga disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, konsumsi untuk pangan turun 3,9 persen menjadi 638 ribu ton. Namun, persentase penurunan konsumsi pangan lebih rendah dari rata-rata penurunan tiga bulan sebelumnya sebesar 5,4 persen.

“Konsumsi biodiesel pada Juni turun sebesar 5,4 persen dibanding bulan Mei menjadi 551 ribu ton. Tapi, konsumsi biodiesel semester I tahun 2020 meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan, adanya implementasi program B30,” kata Joko.

Keywords: ekspor cpo

Your Reliable Partner for Software Development and Solutions

www.ekomoditi.idwww.ekomoditi.id