Plantation Application Software
Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan
Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan
Ilustrasi minyak kelapa sawit
HomenewsYou are here
Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

22/11/2020 236 Readers

Ketua YLKI Tulus Abadi menyebut banyak konsumen di Indonesia tidak mengetahui adanya komposisi minyak sawit yang terkandung dalam berbagai produk yang dijual di pasar.

Dia menilai konsumen di Indonesia yang hanya mengetahui minyak sawit sebagai minyak goreng dan tidak memikirkan apakah produk tersebut berkelanjutan atau tidak.

"Masih banyak yang tidak tahu tentang mana minyak yang berkelanjutan dan mana yang tidak dan saya pikir konsumen memiliki hak untuk memilih keduanya untuk digunakan," ujarnya dalam diskusi RSPO yang disiarkan secara virtual, Rabu (19/8/2020).

Menurut Tulus, minimnya pengetahuan konsumen terhadap produk yang berkelanjutan disebabkan tidak adanya edukasi dari pelaku industri. Padahal, pelaku industri memiliki tanggung jawab saat menyalurkan produk-produk di tengah masyarakat.

Dia pun meminta kepada para pelaku industri minyak goreng untuk memastikan bahwa bahan baku produk yang mereka jual berasal dari kebun kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Produsen itu harus bertanggung jawab untuk membuat proses produksinya berkelanjutan sehingga produk-produk yang mereka jual itu ramah lingkungan," kata Tulus.

Selain itu, Tulus meminta kepada para pelaku industri minyak sawit memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi terhadap hak-hak buruh dan hak asasi manusia lainnya.

Sementara itu, Head of Market Transformation WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menyatakan, pihaknya ikut melakukan berbagai promosi mengenai penggunaan produk minyak sawit berkelanjutan, baik yang berada di pasar domestik maupun pasar internasional.

"Kami juga terus memberikan informasi yang relavan ke mana pembeli bisa memperoleh sumber minyak sawit berkelanjutan," kata dia.

Aditya juga meminta kepada para pelaku industri untuk saling bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan yang berada dalam rantai pasok minyak sawit seperti produsen, hingga petani sawit agar bisa menjadikan minyak sawit berkelanjutan sebagai norma.

Dengan adanya kerja sama, ia yakin dapat dipastikan produsen yang memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan bisa menerima manfaat yang seharusnya.

"Dengan adanya upaya bersama sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa produsen yang memproduksi minyak sawit berkelanjutan menerima manfaat yang seharusnya dan konsumen juga bisa menggunakan daya beli mereka untuk memberikan insentif kepada produsen utamanya para petani kecil," ucapnya.

Keywords: minyak kelapa sawit

Dia menilai konsumen di Indonesia yang hanya mengetahui minyak sawit sebagai minyak goreng dan tidak memikirkan apakah produk tersebut berkelanjutan atau tidak.

"Masih banyak yang tidak tahu tentang mana minyak yang berkelanjutan dan mana yang tidak dan saya pikir konsumen memiliki hak untuk memilih keduanya untuk digunakan," ujarnya dalam diskusi RSPO yang disiarkan secara virtual, Rabu (19/8/2020).

Menurut Tulus, minimnya pengetahuan konsumen terhadap produk yang berkelanjutan disebabkan tidak adanya edukasi dari pelaku industri. Padahal, pelaku industri memiliki tanggung jawab saat menyalurkan produk-produk di tengah masyarakat.

Dia pun meminta kepada para pelaku industri minyak goreng untuk memastikan bahwa bahan baku produk yang mereka jual berasal dari kebun kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Produsen itu harus bertanggung jawab untuk membuat proses produksinya berkelanjutan sehingga produk-produk yang mereka jual itu ramah lingkungan," kata Tulus.

Selain itu, Tulus meminta kepada para pelaku industri minyak sawit memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi terhadap hak-hak buruh dan hak asasi manusia lainnya.

Sementara itu, Head of Market Transformation WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menyatakan, pihaknya ikut melakukan berbagai promosi mengenai penggunaan produk minyak sawit berkelanjutan, baik yang berada di pasar domestik maupun pasar internasional.

"Kami juga terus memberikan informasi yang relavan ke mana pembeli bisa memperoleh sumber minyak sawit berkelanjutan," kata dia.

Aditya juga meminta kepada para pelaku industri untuk saling bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan yang berada dalam rantai pasok minyak sawit seperti produsen, hingga petani sawit agar bisa menjadikan minyak sawit berkelanjutan sebagai norma.

Dengan adanya kerja sama, ia yakin dapat dipastikan produsen yang memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan bisa menerima manfaat yang seharusnya.

"Dengan adanya upaya bersama sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa produsen yang memproduksi minyak sawit berkelanjutan menerima manfaat yang seharusnya dan konsumen juga bisa menggunakan daya beli mereka untuk memberikan insentif kepada produsen utamanya para petani kecil," ucapnya.

Keywords: minyak kelapa sawit

Your Reliable Partner for Software Development and Solutions

www.ekomoditi.idwww.ekomoditi.id