Traceability To The Source

Traceability is the key to achieve transformation of palm oil industry in the industry 4.0 era. In the palm oil supply chain, traceability is intrinsically related to sustainability. If a product can be tracked back to its source, it is means the mill or plantation has complied with principles of sustainability.

EPCS Plantations Software
HOMENewsTransformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Ditengah Pandemi Covid-19

Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Ditengah Pandemi Covid-19


06/05/2020 1.057 Readers

Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Ditengah Pandemi Covid-19

Tidak sedikit pengamat yang berpendapat bahwa wabah coronavirus merupakan eksperimen global perubahan perilaku.

Selain telah menempatkan rutinitas harian dan asumsi dasar kita berubah secara besar-besaran, pandemi ini juga telah memaksa kita untuk mencoba dan menguji alternatif apa yang terbaik untuk dilakukan.

Diakui atau tidak, covid-19 telah menyadarkan kita, betapa transformasi teknologi digital menjadi mutlak sebagai jembatan penghubung antar node bisnis agar tetap berlangsung sebagaimana seharusnya sekalipun dalam masa krisis.

Secara sederhananya, pandemik global yang telah menelan ratusan ribu jiwa di seluruh dunia bukanlah akhir dari sebuah business-as-usual. Lalu bagaimana perusahaan perkebunan mampu beradaptasi dengan situasi saat ini?

 

Keberlangsungan Operasional Kebun Selama Pandemi Covid-19

Dalam situasi dan kondisi pandemic Covid-19 seperti saat ini, penting untuk diperhatikan agar operasional perkebunan tetap berjalan sebagaimana mestinya, tanpa menganggap remeh urusan kesehatan karyawan.

Namun demikian adanya pembatasan sosial berskala besar dikhawatirkan justru akan menimbulkan beberapa permasalahan baru dalam hal operasional di perkebunan antara lain :

1. Keterbatasan kunjungan (visit) lapangan oleh team HO kantor pusat (Agronomi dan Keuangan) yang secara rutin dan terjadwal dilakukan.

2. Adanya permasalahan operasional yang tidak mudah untuk diputuskan di kebun (site) mulai dari hal yang bersifat teknis di lapangan dan non teknis.

3. Membutuhkan kontrol dan pengawasan, mulai dari proses pengambilan hasil panen di lapangan, mengawasi kegiatan perawatan tanaman, hingga dapat melacak sampai hasil perkebunan terdistribusi dengan baik.

4. Dibutuhkan data yang lengkap sebagai data center untuk memudahkan pengelolaan dan pengambilan keputusan. Hal ini untuk estimasi biaya, pengelolaan pabrik, pembuatan laporan keuangan, laporan mengenai SDM, dan hal-hal lainnya.

Guna menjawab kendala-kendala tersebut di atas, agar perkebunan kelapa sawit tetap berjalan sebagaimana mestinya, harus didukung oleh suatu perangkat untuk memantau, mengawasi dan mengambil keputusan terhadap data yang diambil dari kegiatan dilapangan seperti perawatan tanaman, panen dan produksi.

Dengan kata lain, penggunaan aplikasi digital dianggap sebagai jalan terbaik demi kelangsungan operasional perkebunan secara aman di masa pandemic Covid saat ini.

Di sektor industri kelapa sawit, efisiensi proses dan operasional mutlak segera dilakukan khususnya menyangkut kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak tenaga kerja seperti misalnya pekerjaan lapangan (infield-activity) antara lain perawatan tanaman, perawatan lahan, kegiatan pemupukan, penyiangan, pemanenan dan pengangkutan buah hingga penimbangan dan sortasi. Hal ini mengingat di sektor ini ditengarai kerapkali terjadi inefisiensi waktu dan biaya.

 

Bagaimana EPCS Bekerja dalam Situasi Pandemi Covid-19

Aplikasi ePCS (Electronic Plantation Control System) telah memudahkan banyak pekerjaan di industri kelapa sawit. Dengan implementasi teknologi digital eCPS, tak perlu lagi membuat data statistik yang dikumpulkan dari sejumlah kebun sawit secara manual.

Kemudahan dan keunggulan lain dari teknologi digital adalah dapat mengcapture gambar atau foto dari tandan buah segar, selain juga lokasi kebunnya secara presisi dengan menggunakan tablet yang dapat mengakses GPS.

Dengan begitu, para manager lapangan tak hanya dapat dengan mudah melacak dan memantau aktivitas di kebun secara real-time, tapi mereka juga dapat melihat sendiri kualitas buah sawit dan mengetahui dengan tepat area mana saja yang mengalami masalah. Dan hebatnya, semua itu tak perlu kehadiran mereka di lapangan.

Selain kemudahan dalam mentransfer data dari lapangan ke lembar Excel di komputer dan juga membuat laporan mengenai kualitas buah sawit, digitalisasi juga memudahkan dalam mendata kehadiran karyawan dan pekerja lapangan untuk kemudian mengolah data tersebut untuk keperluan pengupahan dan insentif.

Pada prinsipnya penggunaan teknologi digital adalah mengganti proses manual dengan teknologi digital, sehingga dapat menekan biaya operasional, mempercepat pengiriman data dan informasi, menciptakan transparansi, dan menghindari manipulasi laporan.

Sistem digital dapat menekan kecurangan karena terdapat kegiatan kontrol secara digital, sehingga akan tercipta efisiensi biaya dan membantu peningkatan produktivitas industri perkebunan kelapa sawit khususnya selama pandemic Covid-19 seperti saat ini.



Editor: Joko Yuwono