Traceability To The Source

Traceability is the key to achieve transformation of palm oil industry in the industry 4.0 era. In the palm oil supply chain, traceability is intrinsically related to sustainability. If a product can be tracked back to its source, it is means the mill or plantation has complied with principles of sustainability.

EPCS Plantations Software
HOMENewsProtokol Pencegahan Pandemi Covid-19 di Perkebunan Kelapa Sawit

Protokol Pencegahan Pandemi Covid-19 di Perkebunan Kelapa Sawit


29/04/2020 546 Readers

Protokol Pencegahan Pandemi Covid-19 di Perkebunan Kelapa Sawit

Dalam keterangan resmi GAPKI - JAPBUSI sepakat menghimbau kepada seluruh buruh/pekerja kebun kelapa sawit dalam menghindari meluasnya wabah Virus Corona (Covid-19) ke perkebunan kelapa sawit, setiap pekerja dihimbau untuk mengikuti 8 Himbauan yang disepakati GAPKI-JAPBUSI.

1. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Karyawan dan Kebersihan Lingkungan Kebun

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan staf kantor kebun, staf kantor HO dan karyawan kebun (KHL, KHT, Borongan), khususnya yang demam dengan suhu tubuh diatas 37.5o C atau menunjukkan gejala batuk/pilek/kesulitan bernafas (sesak nafas/nafas cepat) agar segera berkonsultasi dengan dokter dan dilaporkan ke atasan.
  • Staf atau karyawan yang menunjukkan gejala seperti poin nomor 1 diatas, tidak diperbolehkan masuk kerja sebelum ada kepastian dan rekomendasi dari dokter.
  • Unit kerja wajib menyediakan sabun dan hand sanitizer di setiap kantor kebun, kantor HO dan mess karyawan dan staff.
  • Staf, karyawan dan tamu perusahaan wajib menggunakan masker (HO) dan Site/ Kebun
  • Staf dan karyawan dihimbau untuk menunda penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak orang serta tidak menerima tamu di lingkungan kerjanya tanpa persetujuan pimpinan

2. Memperketat Lalu-lintas Orang di Pintu Masuk Site/ Kebun

  • Melakukan pencegahan, pembatasan dan meminimalkan pergerakan karyawan kebun keluar masuk area perkebunan.
  • Memperketat masuknya tamu/orang ke kebun, kalau tidak ada hal-hal yang sangat urgent. Tamu yang masuk dari luar kebun (jika tidak bisa dihindari) wajib diukur suhu tubuhnya dan dicatat riwayat perjalanan yang bersangkutan. Pintu masuk yang perlu diperketat antara lain: Pintu Masuk Kebun, Pintu Masuk Mess/ Perumahan dan Pintu Masuk Kantor Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit/PKS
  • Bagi staf dan karyawan yang baru saja kembali dari Cuti, Dinas Luar Daerah, Luar Negeri yang termasuk zona merah harus bekerja dari rumah (WFH) selama 14 hari (self quarantine) untuk Staff HO (Head Office) dan untuk Staff kebun maka tidak diperbolehkan masuk ke site/ kebun terlebih dahulu, karantina ditempat tertentu yang sudah disediakan oleh perusahaan

3. Menghindari Briefing atau Apel Pagi dan sejenisnya

  • Briefing/ Apel Pagi di kantor/ afdeling/ kebun untuk karyawan (KHT, KHL, Borongan) diupayakan semaksimal mungkin untuk dihindari. Kalau terpaksa harus dilakukan, semua yang hadir wajib memakai masker dan sarana perlindungan diri lainnya dengan jumlah peserta maksimal 10 orang.
  • Menjaga jarak (social distancing) minimal 1 meter antara peserta briefing/apel pagi.
  • Komunikasi antar pimpinan, dengan staff dan karyawan kebun dengan menggunakan media telekomunikasi yang ada (bisa video conference dengan menggunakan zoom, blizz, wa, handy talky dan lain-lain).

4. Menyediakan Tempat Cuci Tangan di Semua Pintu Masuk

  • Setiap orang dan termasuk staff serta karyawan yang akan masuk ke wilayah, lingkungan perusahaan diwajibkan mencuci tangan dengan air sabun/hand sanitizer yang telah disediakan dengan cara yang benar. Perhatian khusus harus diberikan kepada supir kendaraan (Unit mobil, traktor, truk, alat berat, sopir truk CPO yang keluar masuk kebun dan PKS. Jika memungkinkan sediakan pengukur suhu dengan memanfaatkan alat pengukur suhu dari klinik perusahaan.
  • Tempat cuci tangan dapat disediakan di depan pos penjagaan (security) atau tempat strategis lainnya. Tempelkan gambar grafis petunjuk cara mencuci tangan yang benar. Bagi yang tidak mematuhi untuk melakukan cuci tangan dilarang memasuki areal tujuan.
  • Staff dan Karyawan di kebun harus melakukan hal yang sama dengan melakukan cuci tangan. Hal ini dilakukan, baik ketika karyawan masuk kantor divisi/ afdeling, maupun ketika dia kembali dari kebun menuju perumahan divisi/ afdeling.
  • Apabila diluar PKS ada warung atau kantin serta pondok para supir beristirahat juga harus mendapat perhatian. Daerah ini sangat rentan karena tempat berinteraksi beragam orang luar (supir, kenek dan penjual makanan). Jaga jarak (social distancing) dan pentunjuk-petunjuk dari pemerintah harus dijalankan dan diawasi secara ketat dan tegas. Warung dan Kantin di area perkebunan/perusahaan diwajibkan menyediakan sabun/hand sanitizer untuk mencuci tangan

5. Mendirikan Posko Covid-19 di kebun atau site

  • Fungsi dan pelayanan yang diberikan oleh Posko Covid-19 antara lain: penyediaan masker, penyediaan sabun dan disinfektan, memeriksa kesehatan karyawan terutama yang mempunyai gejala batuk dan demam, secara cepat menginformasikan kepada Posko Covid di RS rujukan yang ada di masing-masing daerah, kalau ada terindikasi Covid-19, sehingga secara cepat dapat ditangani lebih lanjut, untuk mengetahui informasi tentang Covid-19, dapat di akses ke aplikasi WA dari Pusat Informasi Covid-19, posko ini kiranya juga dapat ikut membantu pemeriksaan kesehatan masyarakat sekitar kebun.
  • Fungsi gugus tugas di perumahan Mess Staff dan Mess Karyawan di Afdeling antara lain memantau pergerakan karyawan penghuni perumahan yang keluar maupun tamu yang masuk perumahan Afdeling, melaporkan dan memfasilitasi kepada Posko Covid-19 jika ada karyawan/ penghuni perumahan yang mengalami gejala sakit, melakukan penyuluhan dan kampanye pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan terhadap penyakit (dapat dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas/Polisi terdekat)

6. Larangan Mudik Lebaran

Seluruh Staff dan karyawan perkebunan, disarankan untuk tidak melakukan perjalanan mudik saat Lebaran nanti. Hal ini untuk mencegah kemungkinan penularan wabah Covid-19 dari sumber yang tidak diketahui. Selama bulan Ramadhan juga dihimbau agar menghindari berkumpul dengan orang banyak dalam bentuk sholat tarawih maupun buka bersama. Keseluruhan pedoman pelaksanaan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing kebun, termasuk pengenaan sanksi bagi staff dan karyawan yang tidak mematuhi.



Editor: Joko Yuwono